Bapak Dr. Ir. M. Hasroel Thayib. APU. biasa disapa Pak
Hasroel . Beliau adalah guru besar di Universitas Indonesia ,Dekan Fakultas
Teknologi Industri Pertanian di Institut Teknologi Indonesia ,juga Ahli
Peneliti Utama, ilmuwan bidang Energi dan Lingkungan. Pria kelahiran Langsa,
Aceh tahun 1973 ini adalah Sosok pria yang cerdas dan begitu bersemangat di
usianya yang sudah senja, saya bahakan sebagai anak muda merasa malu
sekali,karena semangatnya begitu luar biasa dalam keadaan apapun untuk tetap
setia berbagi ilmu kepada siapapun dan bercerita apapun kepada orang lain ,
sungguh pribadi yang sangat menyenangkan dan luar biasa.Bapak Hasroel menempuh
program pendidikan S1 di Universitas Indonesia Bogor (kini Institiut Pertanian
Bogor),kemudian beliau melanjutkan pendidikan S2nya di Fakultas Pertanian
Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Florida,Pak Hasroel juga meraih
gelar Doktor di Universitas Gajah Mada tahun 1958.
Pak
Hasroel adalah salah satu orang hebat yang pernah saya temui.Sebelumnya saya
saat ini menempuh pendidikan SI Reguler di ESQ Business School saya sempat
berkuliah di Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Institut Teknilogi
Indonesia(ITI) selama satu semester.Disinilah Allah SWT yang Maha Kuasa
dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu mempertemukan saya dengan pak Hasroel,
dia adalah dosen dari matakuliah biologi.Sejak pertama kali saya bertemu dengan
pak Hasroel saya begitu kagum pada sosoknya yang begitu sederhana.Awal ia
mengajar di kelas,dia hanya menggunkan rompi yang nampak sudah agak
kumal,dengan sepatu dan pakaian yang sangat sederhana.Namun setelah 100 menit
ia berbagi kisah dan ilmu pengetahuannya,saya di buat tercengang
olehnya.Bagaimana tidak,Pak Hasroel mengeluarkan statement yang menurut saya
sangat sangat melawan arus.Contoh ketika ia menjelaskan bahwa Padi bukanlah
tanaman asli Indonesia,dan nasi seharusnya bukan menjadi makanan pokok
manusia.Ia pun pernah melakukan percobaan pada tanaman kacang kedelai yang
tinggi pohonnya bisa mencapai pohon rambutan,dan dia juga bisa membuat tempe
berbahan dasar biji saga,dan menceritakan berbagai ide-ide yang menakjubkan
mengenai peran kita sebagai manusia untuk berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi
sesama .Diumurnya yang sudah 79 tahun ini.sampai sekarang dia masih aktif melakukan
berbagai macam penelitian dan mengajar,ketika orang lain seusianya menikmati
hari tuanya dengan beristirahat di rumah,dia menikmati usia tuanya dengan
jalan yang begitu hebat dan bermanfaat.Ketika di kelas dia selalu membakar
semangat para mahasiswanya untuk melakukan yang terbaik,untuk melukan yang
namanya think out of the box.Bahkan ia juga selalu mengaitkan ilmu
pengetahuan dengan Al- Quran.Ada satu perkataan yang masih saya ingat hingga
saat ini “Al-Quran is the book of sign not the book of science dengan
memepelajari ilmu pengetahuan membuat kita yakin bahkan haqqul yakin bahwa apa
yang ada di dalam Al-Quran itu adalah benar “.
Bahkan sesibuk apapun pak
Hasroel ia selalu datang tepat waktu untuk mengajar.Ketika kelas dimulai pukul
08.00 WIB,dia telah berada di kelas pukul 07.30 WIB.Cukup menampar kita sebagai
para mahasiswa yang sering kali datang telat dan bermalas-malasan untuk belajar
di kelas,namun dia menunjukan sikap sebaliknya yang seharusnya sikap itu di
milki oleh kaum muda.Matanya yang berbinar saart di kelas menunjukan semangat
yang begitu luar biasa untuk membagi ilmu,beribu kisah yang dia ceritakan
begitu menarik yang menunjukan sangat luas wawasannya mengenai ilmu pengetahuan
tak pernah aku lupakan hingga saat ini.Yang membuka mata saya dan tersadar
bahwa selama ini pengetahuan yang saya miliki masih amat sangat
kurang.Kecintaanya pun yang sangat luar biasa pada negeri ini membuat saya
begitu kagum,hal ini di tunjukan dengan berbagai macam prestasi yang pernah dia
raih baik di dalam maupun luar negeri dan dengan berbagai macam penelitiannya
yang menghasilkan sesuatu yang berguna bagi banyak orang.Dia pun selalu
meyakinkan kita bahwa pemuda Indonesia bisa bersaing di dunia Internasional
dengan prestasi yang kita capai. Dia juga sempat berpesan kepada kita bahwa
“tugas saya adalah memancing dan mengeluarkan semangat yang ada di dalam diri
kalian, namun saya tidak menyuruh kalian untuk menjadi fotocopy saya,diri
kalian adalah diri kalian sendiri dengan segala keistimewaan kalian”.Dan pesan
yang sampai saat ini masih saya ingat dari beliau adalah :
“look at the sunny side of
life,see the bright side of future, where there is a will there’s a way to
reach success. Tetapi jangan lupa DOA”.
Saya merasa
sangat bersyukur kepada Allah SWT,karena berkat rahmat-Nya lah saya di
pertemukan dengan orang sehebat pak Hasroel.Pertemuan saya yang singkat ini
dengan Pak Hasroel membawa banyak perubahan pada diri saya.Saya banyak belajar
darinya mengenai kesederhanaan, kerendah hatian ,Namun tetap dalam semangat
yang terbakar untuk tetap terus mencari ilmu Allah dan menjadi pribadi yang
berguna bagi sesama. Melalui dirinya lah saya tahu tentang apa itu
passion.Passion yang luar biasa besar.Saya melihat pak Hasroel begitu mencintai
apa yang ia lakukan,sehingga semenjak saat itu saya bertekad untuk menemukan
apa itu passion saya,juga membangkitkan motivasi saya dalam mempelajari hal-hal
baru di muka bumi ini.Dengan passion kita dapat melakukan hal yang luar
biasa,karena tidak ada sesuatu hebat yang pernah di temukan di muka bumi ini
tanpa passion.Sifatnya yang pantang menyerah untuk selalu melakukan beribu-ribu
penelitian untuk menghasilkan suatu hal baru membuat saya selalu percaya akan
kekuatan harapan yang tinggi,membuat saya tidak mudah menyerah dengan keadaan
untuk meraih impia-impian saya.Kreatifitasnya melalui pemikiriran dan ide-idenya
yang menakjubkan tentang penelitian yang akan dia lakukan memancing saya
untuk memikirkan tentang hal-hal baru apa
saja yang aka saya perbuat demi masa depan saya.Spritualitasnya yang tinggi
selalu mengingatkan saya bahwa sebesar apapun usaha dan mimpi kita,kita harus
selalu melibatkan sang Maha Pencipta dalam setiap langkah kita.Sifatnya yang
sangat humility membuat saya untuk lebih bisa menghargai orang lain.Jiwa
Nasionalismenya yang tinggi membuat saya lebih sadar akan pentingnya kecintaan
terhadap negeri ini,membuat saya mengerti untuk mencintai sesuatu tanpa
syarat,mencintai tanah kelahiran saya Indonesia.Saya yakin bahwa saya dan
teman-teman saya sebagai generasi emas Indonesia akan membawa perubahan untuk
Indonesia tercinta ini menuju Indonesia Emas.Jadi marilah kita para pemuda
Indonesia sebagai agen perubahan untuk tetap selalu meningkatkan ilmu
pengetahuan kita, menghargai waktu yang kita miliki saat ini, meninggikan
derajat kita untuk Indonesia yang lebih baik di mata dunia, dan rendahkanlah hati kita, namun tetap tegak
berdiri tegas dalam semangat yang membara.



Saya hanya satu kali bertemu beliau dalam suatu seminar 2 tahun lalu, langsung terlihat kejeniusannya. Ketika itu beliau sepanggung dgn Prof Dr Emil Salim (menteri KLH dan menteri Keuangan zaman Orde Baru) dan Prof Surna Djajadiningrat, pokoknya, bukan sembarang orang; tetapi ceramah beliaulah yang paling berkesan dan tak terlupakan. Berikan beliau tanah ukuran 150 km X 100 km untuk tanaman sagu, maka kebutuhan pangan pokok 400 juta orang akan terpenuhi. Sagu itu tanaman hutan, cocok dengan iklim Indonesia, sedangkan sawah itu tanaman padang rumput, kurang cocok dengan Indonesia yang sering hujan lebat. Dikupas dari ilmu agronomi, ilmu tanah, geografi, klimatologi, hidrologi dll, terbukti bahwa sawah itu membawa kerusakan lingkungan bagi wilayah seperti Indonesia, sedangkan sagu itu bebas hama, mencegah erosi, ramah lingkungan, tidak perlu banyak perawatan, dll.
BalasHapusKetika saya cari di internet tentang Pak Hasroel, ternyata idenya itu telah dicetuskan sejak tahun 1973! (lihat arsip majalah Tempo) Sayang sekali gagasan briliannya tidak ditindaklanjuti pemerintah atau swasta.
Alhamdulillah saya sangat bersyukur bertemu dengan beliau hari ini 06/03/2018, beliau masih sangat sehat masih sangat briliant, saya bertemu dengan beliau bukan dari hal urusan pendidikan, tapi beliau tetap mau berbagi ilmu yg semua sahabat share di sini, menurut saya ilmu yg sangat2 bermanfaat bagi saya, semoga beliau tetap sehat dan semoga ada generasi penerus sama seperti sosok pak hasroel aamiinnn
BalasHapusJoni mardiansyah